image image image image image image

Anak

Bulu Tangkis Highlight 2

 

Highlight Pertandingan Bulutangkis Babak II Elompiade 2013

 

Tepat di hari Minggu, 28 Juli 2013 pk. 19.30 WIB digelar pertandingan Bulutangkis Elompiade 2013 yang bertempat di SMPN 2 Sidoarjo. Dari pertandingan yang mulai memasuki babak II atau 16 besar kemarin, nampak tidak ada satu pun tim yang mudah untuk dikalahkan. Hal ini bisa dilihat dari semua peserta yang membutuhkan waktu setidaknya 45 menit untuk mengakhiri permainan. Sebut saja tim Biantoro yang berhadapan dengan Tim Edy. Toar yang mewakili tim Biantoro harus berjuang ekstra keras untuk meraih kemenangan di Tunggal Putra melawan Edy. Toar yang secara usia jauh di bawah Edy ternyata di luar dugaan mampu mengimbangi permainan yang disuguhkan oleh Edy, yang jika dilihat Edy jelas terlihat lebih berpengalaman. Walau Edy terus menerus memberikan perlawanan yang tidak mudah, namun ia harus merelakan kemenangan diraih oleh Toar yang di Tunggal Putra dengan skor tipis 41-46. “Lawan tanding saya tadi cukup berat, dia memang pemain yang cukup berpengalaman. Terbukti dia menerapkan strategi permainan yang cukup jitu, yaitu selalu memberikan bola-bola atas yang terkadang sulit untuk saya jangkau dan membuat stamina saya habis. Namun saya bersyukur karena pada akhirnya bisa memenangkan pertandingan dengan dua set langsung.” Itulah yang dituturkan Toar seusai bertanding, karena memang jika dilihat Toar harus bersusah payah untuk menghadapi perlawanan dari Edy.

 

Aksi Bapak & Anak dari Tim Area Barat, mereka akhirnya harus mengakui keunggulan Tim Biantoro

 

Pertandingan yang tak kalah dramatisnya juga disuguhkan dalam pertandingan Tunggal Putra antara Arifin yang mewakili tim Arifin melawan Marcel yang mewakili tim Daniel. Marcel yang sempat mencuri poin di set pertama membuat Arifin mulai nampak panik. Sehingga di set kedua beberapa kali Arifin membuat kesalahan yang hampir saja membuatnya kalah di set yang kedua. Namun permainan yang semakin memanas ini akhirnya berhasil dimenangkan oleh Arifin dengan skor sangat tipis, yaitu 60-59. Dalam menghadapi Marcel, Arifin harus berjibaku menerima serangan demi serangan yang terus dilancarkan oleh Marcel. Dan beberapa kali ia jatuh bangun menerima smash yang cukup keras dan tajam. “Wah, lawannya tadi cukup hebat, saya salut dengan gaya permainannya. Walau pada akhirnya saya berhasil menang namun lawan yang saya hadapi tidaklah mudah. Saya berani jamin dia adalah pemain yang cukup berpengelaman dan punya pengetahuan yang dalam soal teknik bermain Bulutangkis.” Tutur Arifin selepas ia bertanding melawan Marcel.

 

Aksi Tim Kwang di nomor Ganda Putra

 

Sempat Diwarnai Aksi Protes Pemain

Dalam pertandingan yang berlangsung kemarin (28/7, red) sempat diwarnai oleh aksi protes para pemain yang mempertanyakan peraturan yang sudah ditetapkan panitia. Protes terjadi ketika pertandingan antara tim Kwang berhadapan dengan tim Tony. Salah satu peserta tiba-tiba mendatangi meja panitia dan bertanya soal peraturan yang sudah dijelaskan oleh panitia saat Technical Meeting berlangsung (16/7). Beberapa pemain tidak puas karena ada beberapa tim yang memainkan pemain Non Elohim dalam dua atau tiga game berturut-turut sehingga membuat pertandingan yang digelar di lapangan 1 SMPN 2 Sidoarjo kemarin sempat terhenti karena menunggu keputusan dari panitia. Walau pertandingan sempat terhenti selama 15 menit, akhirnya panitia mengeluarkan keputusan final dan terbaru, keputusan itu ialah:

  1. Dalam satu tim, pemain Non Elohim hanya boleh bermain selama satu kali permainan dalam satu pertandingan.
  2. Dalam satu tim, pemain Non Elohim tidak boleh melebihi jumlah dari pemain Elohim.
  3. Dalam satu tim, susunan pemain yang sudah terdaftar sudah tidak bisa dirubah atau diganti.
  4. Dalam satu tim, semua pemain yang sudah terdaftar harus bermain dan tidak diperbolehkan ada pemain cadangan.

Meskipun sempat diwarnai aksi protes namun jalannya pertandingan tetap berlangsung normal dan lancar hingga akhir.

 

Tim dari Area Selatan

 

Tidak Ada Tim Gurem

Jika mengaca pada hasil pertandingan kemarin dan beberapa tim yang melaju ke babak III atau 8 besar, tidak ada tim yang bisa dipandang sebelah mata. Meskipun beberapa tim menurunkan beberapa anak-anak muda, namun semangat dan determinasi mereka jelas tidak bisa diremehkan. Pasalnya beberapa tim diperkuat oleh pemain-pemain binaan klub. Ambil contoh seperti tim Siane yang diperkuat oleh Dimas, dia bukanlah pemain sembarangan. Cara dia menempatkan bola ke area lawan menunjukkan kualitasnya sebagai pemain terlatih. Apalagi Dimas pernah terjun dalam turnamen Bulutangkis tingkat provinsi. Hal inilah yang perlu diwaspadai oleh tim Biantoro jika ingin terus melaju ke babak semi-final. Selain itu juga ada Indra yang merupakan saudara kandung dari Dimas dan tergabung dalam tim Hok. Sementara itu tim Kwang juga menurunkan pemain wanita yang bertanding dalam Ganda Campuran, dialah Clara. Pemain yang mendapat predikat sebagai Tunggal Putri terbaik nomor 2 se-Sidoarjo ini tentu tidak bisa diremehkan. Ialah yang selalu menjadi andalan dari tim Kwang selain Jimmy.

 

Untuk itu, babak perempat final yang digelar pada tanggal 18 Agustus nanti tentu akan menyuguhkan pertandingan yang panas dan menegangkan. Adu ketajaman smash, kejelian membaca dan melihat pergerakan lawan, teknik dan strategi pasti akan tersaji di lapangan tersebut. Tim mana yang akan mencapai babak semi-final? Wajib kita nantikan.

Back